Senin, 06 Oktober 2014

Sistem Informasi Mnajemen



Chapter 3
SISTEM INFORMASI, ORGANISASI, DAN STRATEGI
Kisah Sears menggambarkan beberapa cara bahwa sistem informasi membantu bisnis bersaing, dan mengungkapkan tantangan mempertahankan keunggulan kompetitif.. Pada suatu waktu, Sears adalah pengecer atas di Amerika Serikat, tetapi perusahaan tersebut berjuang dengan semua ini tekanan persaingan dan mencari strategi bersaing untuk kembali bangkit. Dengan segala akun, Sears adalah merek memudar dibebani dengan terlalu banyak toko fisik bermasalah di lokasi yang tidak diinginkan. Selama bertahun-tahun, telah mencoba banyak kompetitif strategi-merger yang berbeda, kampanye promosi, dan toko renovasi, dan berbagai inisiatif teknologi. Tidak ada telah mampu membendung gelombang tinta merah. Inisiatif Sears terbaru menggunakan perpaduan teknologi dan kesetiaan-penghargaan program dengan harapan pertambangan lebih agresif data pelanggan akan memungkinkan toko untuk menawarkan pelanggan saham inginkan dan memberikan pengalaman membeli superior. Studi kasus menunjukkan bagaimana jelas sulit ini akan tercapai. Keduanya mendapatkan kembali momentum yang kompetitif dan mempertahankan keunggulan kompetitif tidak mungkin untuk sears, mengingat sejarahnya salah langkah dan brand image yang rusak tersebut. Teknologi saja tidak akan mampu memecahkan masalah Sears sampai perbaikan citra merek ternoda dan menciptakan model bisnis yang lebih kuat.
A.  Organisasi dan Sistem Informasi
Sistem informasi dan organisasi mempengaruhi satu sama lain. informasi Sistem yang dibangun oleh manajer untuk melayani kepentingan perusahaan bisnis.
Pada saat yang sama, organisasi harus menyadari dan terbuka untuk
pengaruh sistem informasi untuk mendapatkan keuntungan dari teknologi baru.
Interaksi antara teknologi informasi dan organisasi adalah
kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor mediasi, termasuk organisasi
struktur, proses bisnis, politik, budaya, lingkungan sekitar,
dan keputusan manajemen.
1.      Apakah Organisasi?
Organisasi yaitu struktur sosial yang mengambil dari sumberdaya di olah dengan proses sehingga menghasilkan Output, definisi didasari oleh 3 elemen organisasi, organisasi lebih sering di sebut entitas hukum formal dengan aturan dan prosedur internal yang  harus mematuhi undang-undang.
Organisasi  juga sangat berkaitan dengan sistem informasi tehnologi, yang mana saling melengkapi  satu sama lain yang membuat suatu aktifitas dalam organisasi menjadi efektif dan efisien, hal ini tidak terlepas dari sistem manajemen yang di padukan dengan tehnologi sehingga memudahkan dalam proses dalam suatu organisasi.
Hubungan antara organisasi dan tehnologi nformasi

2.      Fitur organisasi
Fitur organisasi adalah Mereka adalah birokrasi
dengan divisi yang jelas tenaga kerja dan spesialisasi. organisasi
mengatur spesialis dalam hirarki kewenangan di mana setiap orang bertanggung jawab
kepada seseorang dan wewenang terbatas pada tindakan spesifik diatur oleh
aturan abstrak atau prosedur.
 Semua fitur ini mempengaruhi jenis sistem informasi yang digunakan oleh organisasi, berikut merupakan fitur-fitur dalam organisasi:
a.       Rutinitas dan Proses Bisnis
Rutinitas disebut prosedur operasi standar yang tepat
aturan, prosedur, dan praktik-praktik yang telah dikembangkan untuk mengatasi hampir semua situasi yang diharapkan pada proses bisnis, proses bisnis ini juga dilakukan dengan berulang-ulang dalam waktu yang panjang, proses bisnis itu sendiri merupakan suatu kegiatan untuk menghasilkan profit.
b.      Politik organisasi
Resistensi politik adalah salah satu kesulitan besar membawa
tentang organisasi perubahan-terutama perkembangan sistem informasi yang baru. Sistem informasi Hampir semua besar investasi oleh perusahaan yang
membawa perubahan signifikan dalam strategi, tujuan bisnis, bisnis
proses, dan prosedur menjadi acara bermuatan politis. Sehingga dalam menjalankan semua sesuai dengan yang direncanakan ataupun prosedural harus mempertahan sumber daya agar tercapai target.
c.       Budaya Organisasi
Buadaya organisasi yaitu suatu nilai yang mengandung kuat dalam suatu organisasi. Budaya dalam organisasi akan mempengaruhi kegitan dalam sebuah organisasi. Kuat lemahnya budaya dalam suatu organisasi di cerminkan oleh kebijakn-kebijakn yang di terapkan dalam sebuah organisasi.
d.        Lingkungan organisasi
Organisasi dan lingkungan memiliki  hubungan timbal balik. Di satu sisi, organisasi terbuka untuk, dan tergantung pada lingkungan sosial dan fisik yang mengelilingi mereka.
e.       Struktur organisasi
Yaitu sebuah hieraki kepeminpinan dari atas sampai ke bawah, dalam struktur organisasi sering terjadinya masalah dengan sistem informasi, dengan adanya struktur yang bagus, sesuai dengan fungsinya tersendiri maka organisasi tersebut akan berjalan sesuai dengan planning.
f.       Fitur Organisasi Lainnya
Organisasi memiliki tujuan dan menggunakan cara-cara yang berbeda untuk mencapai mereka. Tujuan dalam organisasi baik berupa tujuan koersif , tujuan utilitarian, dan tujuan normatif.
B.  Bagaimana Dampak Sistem Informasi Organisasi dan Perusahaan Bisnis
Sistem informasi sangat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan, sehingga sistem informasi tidak bisa di pisahkan dari organisasi. Berikut merupakan dampak-dampak keduanya:
1.      Dampak  Ekonomi
Dari sudut pandang ekonomi, IT perubahan baik biaya relatif modal dan biaya informasi. Teknologi informasi sistem dapat  dipandang sebagai faktor produksi yang dapat digantikan untuk modal tradisional  dan tenaga kerja. Karena biaya teknologi informasi menurun, itu menggantikan  tenaga kerja, yang secara historis telah menjadi meningkatnya biaya. Oleh karena itu, teknologi informasi  harus menghasilkan penurunan jumlah manajer menengah dan administrasi  pekerja sebagai pengganti teknologi informasi untuk kerja mereka (Laudon, 1990).
 Teori transaction cost yang berpengaruh pada tehnologi informasi dan organisasi
2.      Damapak Organisasi dan Prilaku
Teori yang berbasis di sosiologi organisasi yang kompleks juga memberikan beberapa pemahaman tentang bagaimana dan mengapa perusahaan berubah dengan pelaksanaan  aplikasi IT baru.
a.       IT mendatar Organisasi
IT mendorong hak pengambilan keputusan yang lebih rendah dalam organisasi karena karyawan tingkat rendah menerima informasi yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan tanpa pengawasan. Karena manajer kini menerima lebih banyak  informasi yang akurat tepat waktu, mereka menjadi jauh lebih cepat dalam membuat keputusan, sehingga manajer lebih sedikit diperlukan. Biaya manajemen menurun sebagai persentase dari  pendapatan, dan hirarki menjadi jauh lebih efisien.
b.      Organisasi pascaindustri
Teori pasca-lebih didasarkan pada sejarah dan sosiologi dari ekonomi  juga mendukung gagasan bahwa IT harus menata hirarki dalam organisasi. Dalam pasca-masyarakat, otoritas semakin bergantung pada pengetahuan dan kompetensi dan tidak hanya pada posisi formal. Oleh karena itu, bentuk organisasi merata karena pekerja profesional cenderung self managing, dan pengambilan keputusan harus menjadi lebih terdesentralisasi sebagai pengetahuan dan informasi menjadi lebih luas di seluruh perusahaan.
c.       Memahami Perubahan Resistensi Organisasi
Sistem informasi pasti menjadi terikat dalam politik organisasi
karena mereka mempengaruhi akses ke sumber daya kunci-yaitu, informasi.
Sistem informasi dapat mempengaruhi siapa melakukan apa kepada siapa, kapan, di mana, dan bagaimana dalam suatu organisasi.

3.      Internet dan Organisasi
Internet meningkatkan  aksesibilitas, penyimpanan, dan distribusi informasi dan pengetahuan untuk  organisasi. Pada intinya, internet mampu secara dramatis menurunkan biaya transaksi dan agensi yang dihadapi sebagian besar organisasi.
Bisnis dengan cepat membangun kembali beberapa proses bisnis utama berdasarkan pada teknologi internet dan membuat teknologi ini komponen kunci dari Infrastruktur IT. Jika jaringan sebelumnya merupakan panduan, maka hasil akan lebih sederhana darim proses bisnis, karyawan yang lebih sedikit, dan organisasi datar banyak daripada di masa lalu.
4.      Implikasi Untuk Desain dan Pemahaman Sistem Informasi
Untuk memberikan manfaat asli, sistem informasi harus dibangun dengan jelas
pemahaman tentang organisasi di mana mereka akan digunakan. Dalam pengalaman kami, faktor organisasi pusat untuk dipertimbangkan ketika merencanakan baru sistem adalah sebagai berikut:
·      Lingkungan di mana organisasi harus berfungsi
·      Struktur organisasi: hirarki, spesialisasi, rutinitas, dan
proses bisnis
·       budaya dan politik di organisasi
·      Jenis organisasi dan gaya kepemimpinan
·       Kelompok kepentingan pokok dipengaruhi oleh sistem dan sikap
pekerja yang akan menggunakan sistem
·      Jenis-jenis proses tugas, keputusan, dan bisnis yang informasi
Sistem ini dirancang untuk membantu

C.  Menggunakan Sistem Informasi Untuk  Mencapai Keunggulan  Kompetitif
Dalam contoh beberapa perusahaan yang di contohkan, kita dapat menemukan satu perusahaan yang  kinerjanya lebih bagus. Sebagai contoh dalam perusahaan automotif , toyota lebih mempertimbangkan kinerja pekerjanya, begitu pula pada perusahaan retail  online, yaitu amazon menjadi leader market dan beberapa perusahaan terbaik dunia lainnya.
      Perusahaan yang melakukan lebih dari perusahaan lain mengatakan mereka memiliki  keuntungan yang kompetif yang lebih dari orang lain. Slah satunya mereka memiliki akses yang bersifat khusus yang mana orang lain tidak memilikinya, atau mereka bisa menggunakan sumber daya dengan lebih efisien yang mana memiliki pengetahuan tentang informasi pada aset.
1.       Model Daya Kompetitif Porter
Modelya daya kompetitif adalah model yang menggambarkan pandangan tentang perushaan secara umum, pesaing dan lingkungan perusahaan.
a.       Pesaing tradisional
Pesaing tradisional memperkenalkan produk dan jasa baru untuk menarik pelanggan, sehingga pelanggan akan terus-menerus menggunakan produk mereka.
b.      Pemein baru di pasar
Perusahaan  baru lebih mudah masuk ke pasar di era pasar bebas sekarang ini, perusahaan  baru datang dengan  inovasi baru biasanya lebih di minati oleh konsumen. Adapun cara-cara yang di lakukan dengan memangkas biaya produksi sehingga dapat menjual barang dan jasa dengan lebih murah.
c.       Produk dan jasa pengganti
Saat ini barang di pokok yang di butuhkan hari-gari harganya sangat mahal, dengan adanya barang pengganti di sertai dengan tehnologi canggih, bisa meminimalkan bahkan mengganti dengan barang yang serupa.
d.      Pelanggan   
Sebuah perusahaan yang menguntungkan tergantung dalam ukuran besar pada kemampuannya untuk menarik dan mempertahankan pelanggan dan biaya harga tinggi.
e.       Pemasok
Kekuatan pasar pemasok dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap laba perusahaan,  terutama ketika perusahaan tidak dapat menaikkan harga secepat pemasok bisa. semakin  pemasok yang berbeda sebuah perusahaan memiliki, kontrol yang lebih besar dapat berolahraga lebih dari pemasok
dalam hal jadwal harga, kualitas, dan pengiriman.  

Model Daya Kompetitif Porter

2.      Startegi Sistem Informasi Untuk Menghadapi Gaya Kompetitif
a.       Low-Cost Leadership
memggunakan sistem informasi untuk mencapai biaya operasional terendah dan harga terendah.
b.      Teknologi Web
Menggunakan web sangat bermamfaat pada sebuah perusahaan seperti halnya wallmark menggunakan web sebagai pengontrol persediaan. Maka sangat membantu dalam aktifitas jual beli perusahaan tersebut.
c.       Diferensiasi produk
Dengan menggunakan sistem informasi untuk memungkinkan produk dan layanan baru, atau sangat mengubah kenyamanan pelanggan dalam menggunakan produk dan layanan yang ada. Mendiferensiasi produk merupakan suatu langkah untuk meninggkatkan permintaan suatu barang dengan berinovasi dengan model terbaru.
d.      Fokus pada Pasar Niche
 Menggunakan sistem informasi untuk memungkinkan fokus pasar tertentu, dan melayani ini target pasar yang sempit lebih baik daripada pesaing. Dukungan sistem informasi strategi ini dengan memproduksi dan menganalisis data untuk penjualan tersetel dan teknik pemasaran. Sistem informasi memungkinkan perusahaan untuk menganalisis pelanggan membeli pola, selera, dan preferensi erat sehingga mereka efisien lapangan iklan dan kampanye pemasaran untuk kecil dan lebih kecil target pasar.
e.       Memperkuat Pelanggan dan Pemasok Keintiman
Menggunakan sistem informasi untuk memperketat hubungan dengan pemasok dan mengembangkan keintiman dengan pelanggan. Dengan ini memungkinkan pemasok lebih lead time dalam memproduksi barang. Dampak Internet Terhadap keuntungan Kompetitif.
Teknologi Internet didasarkan pada standar universal yang setiap perusahaan dapat menggunakan, membuat  mudah bagi saingan untuk bersaing pada harga saja dan bagi pesaing baru untuk masuk pasar hampir menghancurkan beberapa industri dan telah sangat terancam. Misalnya, industri ensiklopedia cetak dan perjalanan  industri lembaga telah hampir hancur oleh ketersediaan pengganti melalui Internet. Demikian juga, Internet telah memiliki dampak yang signifikan pada ritel, musik, buku, broker ritel, perangkat lunak, telekomunikasi, dan surat kabar industri.
3.      Nilai bisnis dan Rantai Model
Model rantai nilai menyoroti kegiatan khusus dalam bisnis di mana
strategi kompetitif terbaik dapat diterapkan (Porter, 1985) dan di mana informasi
Sistem yang paling mungkin memiliki dampak strategis. Model mengidentifikasi Ini
tertentu, daya ungkit kritis di mana perusahaan dapat menggunakan teknologi informasi paling efektif untuk meningkatkan posisi kompetitif. Kegiatan utama yang paling langsung berhubungan dengan produksi dan distribusi
produk perusahaan dan jasa, yang menciptakan nilai bagi pelanggan.
4.      Sinergi, Kompetisi Inti, dan Networkbased Strategi
a.       Sinergi
Ide sinergi adalah bahwa ketika output dari beberapa unit dapat digunakan sebagai masukan untuk unit lain, atau dua organisasi pool pasar dan keahlian, ini
hubungan menurunkan biaya dan menghasilkan keuntungan.
b.      Meningkatkan Kompetensi Inti
Adapun cara lain untuk menggunakan sistem informasi untuk keunggulan kompetitif adalah untuk berpikir tentang cara-cara yang dapat meningkatkan sistem kompetensi inti. argumen adalah bahwa kinerja seluruh unit usaha akan meningkat sejauh ini unit usaha mengembangkan, atau membuat, inti pusat dari kompetensi.
c.       Strategi Jaringan Berbasis
Ketersediaan Internet dan teknologi jaringan telah mengilhami strategi
yang mengambil keuntungan dari kemampuan perusahaan untuk menciptakan jaringan atau jaringan dengan masing-masing lainnya. Model bisnis berdasarkan jaringan dapat membantu perusahaan strategis dengan memanfaatkan jaringan ekonomi, semakin banyak sumber daya yang diberikan diterapkan untuk produksi, semakin rendah gain marjinal dalam output, sampai tercapai suatu titik di mana input tambahan tidak menghasilkan output tambahan.

Pertanyaan Diskusi
1.       Telah dikatakan bahwa tidak ada hal seperti itu sebagai keuntungan strategis yang berkelanjutan. Apakah Anda setuju? Mengapa atau mengapa tidak?
2.      Telah dikatakan bahwa keuntungan yang terdepan pengecer seperti Dell dan Wal-Mart memiliki lebih dari kompetisi mereka bukanlah teknologi; itu manajemen mereka. Apakah Anda setuju? Mengapa dan mengapa tidak?
3.      Apakah sebagian maslah harus di pertimbangkan apakah internet akan memberikan keuntungan kompetitif  pada bisnis?

Jawaban:

1.      Saya setuju dengan pernyataan yang terdapat pada soal, bahwa keuntungan strategis tidak akan selalu di dapati oleh sebuah organisasi perusahaan barang dan jasa, dikarenakan dalam mempertahankan keuntungan terus-menerus sangat sulit bagi perusahaan yang bergerak di pasar persaingan sempurna disna terdapat pesaingyang mana dengan cepat meniru dengan kata lain bergerak pada bidang yang sama dengan perusahaan yang menjadi leadmarket tadi. Dalam chapter 3 ini di katakan bahwa untuk mempertahan market, adalah salah satu cara untuk mempertahankannya yaitu mendiverensiasi produk, dengan cara ini kita dapat tampil beda dengan pesaing di tambah dengan inovasi terkini maka produk kita akan laku.
2.      Saya setuju, menurut pendapat saya dell.Inc memenangkan kompetisi pasar di AS dengan menerapkan manajemen yang bagus, yaitu dengan menerapkan strategi penjualan Low-cost provider, dengan strategi tersebut dell mampu bersaing di pasar global, selanjutnya melakukan kontrak dengan perusahaan manufaktur yang merakit produk setengh jadi, kemudian di sempurnakan kembali oleh Dell.Inc itu sendiri. Dalam pengambilan strategi tersebut perusahaan ini tidak terlepas dari sistem informasi sehingga bisa outsourching produknya.
Sedangkan wal-mark, lebih mengedepankan strategi kepemimpinan biaya dan diferensiasi, dalam pengoperasiannya wal-mark lebih mengedepankan Tehnologi Informatika (TI), sebagaiman mereka membangun jaringan satelit cangging yang menghubungkan point of sales di semua tokonya. wal-mark melakukan strategi inovasi dengan mengedepankan TI sehingga akan memangkas biaya, meningkatkan kualitas, efisiensi, layanan pelanggan, dan memangkas waktu di pasar.
3.      Menurut saya internet sangat berprngaruh terhadap mencapai keuntungan yang kompetitif, dalam dunia internet, world wide web lebih khususnya. Internet sangat berperan penting karena dengan adanya internet informasi sangat mudah untuk di akses. Internet juga berdampak negatif bagi perusahaan yang bergerak non-online seperti percetakan ekslopedia, mereka akan hilang pangsa pasarnya akibat dari internet. Internet menciptakan parar baru dengan produk yang baru, model bisnis yang beragam, sehingga tercipta peluang baru yang membuat persaingan lebih kompetitif.