Tugas
Ekonomi Islam l
Kemiskinan dan
Upaya Menguranginya Dalam Pandangan Islamic Worldview
Nama : Fadhlillah
NIM : 1301102010121
PRODI : Manajemen (S1)
Menurut P.A. Samuelson dan W.D. Nordhaus dalam
bukunya Ilmu Mikroekonomi Ilmu
Ekonomi adalah kajian bagaimana masyarakat menggunakan sumberdaya yang langka
untuk memproduksi komoditi-komoditi berharga dan mendistribusikan pada
masyarakat luas. Ilmu Ekonomi telah berkembang cukup lama, sejak manusia ini
ada di permukaan bumi Ilmu Ekonomi telah ada berupa praktiknya saja belum ada
studi ilmu yang kongkrit. Ilmu Ekonomi ini berkembang sejak tahun 1776 yaitu
pada setelah Adam smith salah satu Ilmuan Ekonomi dunia yang berasal dari
inggis, Adam Smith dalam bukunya An
Unquiry the Nature and Causes of the Wield of Nations banyak mengumukakan mengenai
persoalan-persoalan ekonomi yang dihadapi oleh suatu negara.
Permasalahan yang dihadapi menurut teori ekonomi yaitu
masalah kelangkaan atau kekurangan. Kelangkaan sebagai akibat dari
ketidakseimbangan antara kebutuhan masyarakat dengan faktor produksi yang
tersedia dalam masyarakat. Di satu pihak, dalam setiap individu terdapat
keinginan yang relatif tidak terbatas, sedangkan di pihak lain sumber daya atau
faktor produksi relatif terbatas.
Faktor Produksi menurut Sadono Sukirno dalam
bukunya Mikro Ekonomi Teori Pengantar, Faktor
Produksi yaitu benda-benda yang
disediakan oleh alam atau diciptakan oleh manusia yang dapat digunakan untuk
memproduksi barang dan jasa. Faktor Produksi yaitu tanah dan sumber alam,
tenaga kerja, modal, keahlian keusahawanan.
Dalam Teori Ekonomi kebutuhan dapat didefinisikan
sebagai keinginan untuk memproleh barang atau jasa, sedangkan kebutuhan manusia
tersebut tidak terbatas. Penyebab dari kelangkaan tersebut tidak tersedianya
faktor produksi untuk memenuhi semua kebutuhan manusia karena sumber daya
sifatnya terbatas. Manusia yang memiliki sifat yang ingin memiliki suatu alat
pemuas kebutuhan sealu ingin mensejahterakan hidupnya menjadi lebih baik maka
setiap individu masyarakat membuat pilihan untuk memaksimumkan kesejahteraan.
Dalam memaksimumkan kesejahteraan manuasia melakukan bermacam usaha untuk untuk
mencapainya, termasuk dengan pilihan konsumsi, produksi dan kegiatan
pemerintah.
Dalam konteks Islam ekonomi merupakan suatu pilar
utama dalam kegiatan bermasyarakat, ekonomi dalam konteks Islam tidak terlepas
atau terpisahkan dari agama yang diyakini oleh umat itu sendiri. Dalam tasawur Islam
menjelaskan tentang gambaran yang komprehensif atau hakiki mengenai Islam
bertujuan memperjelas secara keseluruhan prinsip dan asas Islam secara
menyuluruh.
Dalam tasawur Islam bersumber pada wahyu yang
diturunkan oleh Allah, wahyu tersebut merupakan sebuah visi yang nyata, bukan
sebuah pola pikir manusia tetapi berupa aturan atau ketetapan yang kongkrit
adanya. Dalam Al-Qur’an surah Al Imran ayat 19, Allah SWT berfirman: Sesungguhnya Satu-satunya agama di sisi Allah adalah al-Islam. Dalam surah ini menegaskan bahwa wahyu yang di
turunkan oleh Allah tesebut merupakan kebenaran yang hakiki sehingga seluruh
manusia mesti berpedoman kepada Al-Qur,an.
Perekonomian dalam Islam
mengacu pada tasawur Islam tersebut bersumber pada Qur’an dan sumber Ajaran
Islam. Ekonomi Islam juga memandang tentang permaslahan yang terjadi dalam
ekonomi konvensional yaitu masalah kelangkaan, ekonomi Islam memandang
kelangkaan bukanlah suatu masalah asasi dari ekonomi manusia, karena Allah
telah menjamin rezeki kepada semua makhuk citaannya bukan hanya manusia.
Kelangkaan itu terjadi karena pengetahuan manusia untuk menggali potensi
terhadap sumber daya yang ada.
Dalam ekonomi Islam
berpendapat kelangkaan itu sebagai suatu ujian keimanan atau kesabaran yang di
berikan oleh Allah kepada manusia, kelangkaan ini memberi pelajaran kepada
manusia untuk mengolokasikan sumber daya yang diutamakan dalam agama.
Dalam konsep Ekonomi Islam
memisahkan antara kebutuhan dengan
keinginan, sebagaimana kebutuhan tersebut merupakan suatu keinginan
manusia untuk mendapatkan sesuatu yang diperlukan dalam rangka mempertahankan
kelangsungan hidupnya dan menjalankan fungsinya. Sedangkan kenginan sesuatu yang ingin di
peroleh oleh manusia tetapi tidak berpengaruh dalam kelangsungan hidup manusia.
Dalam ekonomi konvensional kebutuhan sama dengan keinginan, tetapi kebutuhan
tersebut di katagorikan ke beberapa kelompok yaitu primer (utama), skunder ( di
penuhi ketika kebutuhan primer terpenuhi) dan Tersier ( kebutuhan jika semua
kebutuhan pokok terpenuhi).
Jika kita membahas
tentang kelangkaan kita tidak terlepas dari masalah yang terbesar yaitu
kemiskinan. Bagaimana kita ketahui kemiskinan ini di sebabkan oleh kelangkaan
alat pemenuhan dasar atau sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.
Penyebab kemiskinan tersebut berdasarkan konsep analisis ekonomi konvensional
yang mendokrin bahwa manusia tersebut membuat segala usaha untuk memaksimumkan
kesejahteraan atau kepuasaan karena menurut teori ekonomi konvensional
kebutuhan tersebut tidak terbatas, oleh karena itu semua manusia mementingkan
dirinya sendiri atau golongan untuk memaksismumkan kepuasannya, maka
terciptanya sistem ekonomi Kapitalis.
Dalam ekonomi kapitalis
sebagai kita ketahui mereka mengasumsi segala sesuatu berdasarkan logika
manusia itu sendiri sehingga manusia tersebut menjadi tamak dalam mengejar
kekayaan semata, sehingga terjadi kesenjangan sosial yang kaya makin kaya,
sedangkan yang miskin makin miskin.
Dalam ajaran Islam
bersyukur atau Qanaah menjadi suatu solusi dalam menyeimbangkan dalam
memenuhi kebutuhan, di dunia ini hanya sementara, sedangkan di akhirat akan
kekal selamanya. Bersyukur akan menghindari dari sifat tamak sehingga timbulnya
rasa kasih sayang antara sesama dengan saling memberi yaitu dalam bentuk
sedekah atau pun zakat.
Dengan konsep ekonomi Islam
menawarkan bermacam solusi dalam mengurangi kemiskinan yaitu konsep zakat,
sehingga siapa saja yang mempunyai kekayaan yang lebih akan di bagikan kepada
si Muzakki, sehingga kesenjangan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat
bisa terkurangi. Konsep zakat ini mempunyai aturan yang sangat kongrit dalam islam
yang hukumnya wajib. Sehingga ketimpangan sosial yang terjadi perlahan bisa
terkurangi, jika konsep zakat dan infaq berjalan semestinya, makanya
kesejahteraan umat akan merata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar